Kenapa Rokok Elektronik Berbahaya Untuk Kesehatan ?

Sumber
Pada tahun 2009 sebuah artikel di New York Times memuat tentang E-Cigs yang ternyata belum terbukti "aman" dan "sehat". Hal ini mendorong FDA (Federal Drug and Food Administration) turun tangan, mereka mengambil keputusan untuk menghentikan semua produk E-Cig di  Amerika Serikat sampai review formal selesai dibuat.  Semua Produk ecigs ini dipengaruhi oleh ketersediaan produk asing di US.

FDA melakukan tes pada beberapa E-Cigs dan mengumumkan kepada masyarakat umum, bahwa telah ditemukan salah satu unsur berbahaya. Dilaporkan bahwa dalam satu Catridge (yang berisi cairan biasanya terbuat dari Propylene Glycol, flavoring dan nikotin), Hasil tes nya positif terdapat kurang dari 1% DEG (Diethylene Glycol) yang berbahaya untuk manusia.

Faktanya adalah DEG biasanya digunakan oleh produsen rokok dalam proses pengeringan daun tembakau agar cepat kering, Pada tembakau rokok terdapat DEG dengan tingkat yang tidak diketahui. Jadi wajar jika nikotin E-Cig yang menggunakan nikotin dari Ekstrak daun tembakau terdapat DEG.  Jika Anda menggunakan Catridge atau eLiquid dalam botol yang berisi nikotin sintetis dari nikotin hasil Ekstrak daun tembakau tidak di temukan unsur-unsur seperti DEG.

Catatan
Propylene Glycol telah diklasifikasikan oleh U. S. Food and Drug Administration sebagai "generally recognized as safe" (Gras) untuk digunakan sebagai zat aditif makanan langsung.



Tentang rokok elektronik, rokok elektrik, electronic cigarette, electric cigarette
Indonesia, Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah bagi mereka yang tergolong perokok berat. Namun dengan e-Cigarette (yang populer dengan sebutan rokok elektronik elektrik) alat elektronik besutan perusahaan Cina, belajar untuk berhenti merokok bukan lagi jadi hal yang sulit.

Rokok Elektrik (e-Cigarette) pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis Beijing, yang sekarang dikuasai oleh Golden Dragon Group Ltd
Pada tahun 2004, Ruyan mengambil alih proyek untuk mengembangkan teknologi yang muncul. Diserap secara resmi Ruyan SBT Co Ltd dan nama mereka diubah menjadi SBT RUYAN Technology & Development Co, Ltd. Pada bulan April 2006, Rokok Elektrik (e-Cigarette) dibawa ke Eropa, dan secara resmi diluncurkan di "RUYAN" Konferensi Promosi Luar Negeri di Austria . Pada tahun 2007, Rokok Elektrik (e-Cigarette) secara
resmi menerima pengesahan CE dan ROHS.
"Rasanya seperti rokok, bentuknya seperti rokok dan alat inipun bahkan mengeluarkan asap," jelas Scott Fraser, Vice President SBT Co. seperti dikutip detikINET dari SMH, Minggu (13/5/2007).
Rokok Elektronik bernama Ruyan e-Cigarette tersebut merupakan perangkat rokok bertenaga baterai yang membawa nikotin ke alat hirup dan dapat mengeluarkan asap. Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok tradisional.

Untuk saat ini, pesaing produk dalam hal alat 'pengganti rokok' untuk mereka yang berusaha mengalihkan kebiasaan merokok masih sebatas di produk konvensional seperti permen karet dan inhaler.
"Dalam banyak hal, pengalamannya sama seperti merokok biasa. Inilah yang membuat kami beda," tukas Scott.

Rokok elektronik tersebut dijual dengan harga US$208 dan kini sudah tersedia di pasaran untuk negara Cina, Israel, Turki dan beberapa negara bagian Eropa.
Annisa M. Zakir - detikInet
e-Cigarette (ist.)
E-Cigarettes harganya jauh lebih mahal daripada rokok tradisional, namun mereka semakin populer ditengah masyarakat yang satu diantara tiga penduduknya merokok. Dan pabrik-pabrik rokok elektronik juga terus bertambah di India, Inggris Raya dan Belanda.
Sumber: Associated Press/Penerjemah: Dhika/Text Editor: Dhika/VO: Maya/Video Editor: Uce

"Kami menyediakan rokok elektronik dengan harga bersaing"
"dan muah.....................!!!!

""""Reseler Welcome""""

Kontak:
081914420022
0817455857

Mail:
syaafi01@yahoo.com